ALAT
PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk
menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar
ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan
alat, serta evaluasi. Unsur
metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya
yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran
agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat bantu atau alat
peraga memegang peranan yang penting sebab
dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa.
Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat
diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang
disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar
alat peraga dipergunakan dengan
tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.
Jenis-jenis alat peraga
Adapun
beberapa contoh alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajar yaitu:
a. Gambar
Gambar adalah suatu bentuk alat peraga yang
nampaknya saling dikenal dan saling dipakai, karena gambar disenangi oleh anak
berbagai unur, diperoleh dalam keadaan siap pakai, dan tidak mengita waktu
persiapan.
b. Peta
Peta bisa menolong mereka mempelajari bentuk dan letak negara-negara serta
kota-kota yang disebut Al-kitab. Salah satu yang harus diperhatikan, penggunaan
peta sebagai alat peraga hanya cocok bagi anak besar/kelas besar.
c. Papan tulis
Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis
dapat dirima dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu
menjadi seorang seniman untuk memakai papan tulis. Kalimat yang pendek,
beberapa gambaran orang yang sederhana sekali, sebuah diagram, atau empat
persegi panjang dapat menggambarkan orang, kota atau kejadian.
d. Boks pasir
Anak
kelas kecil dan kelas tengah sangat menggemari peragaan yang menggunakan
boks pasir. Boks pasir dapat diciptakan “peta” bagi mereka khususnya bagi kelas
tengah karena pada umur tersebut mereka sudah mengetahui jarak dari desa ke
desa.
Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam pengajaran yaitu:
Kelebihan penggunaan
alat peraga yaitu:
- Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik
- Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya
- Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan
- Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.
Adapun tujuan dari
alat peraga untuk:
1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas.
2. Mengembangkan sikap yang dikehendaki.
3. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut.
Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak
dan memberikan kesan yang mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh
kesanggupan seorang anak perlu dirangsang, digunakan dan libatkan,
sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang
dipelajari. Panca indera yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah “
mendengar” melalui pendengaran, anak mengikuti peristiwa-peristiwa dan ikut
merasakan apa yang disampaikan. Seolah-olah telinga mendapatkan mata. Anak
melihat sesuatu dari apa yang diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat,
bahwa hanya 20% dari apa yang didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang
lebih dalam dapat dihasilkan jikalau apa yang diceritakan “dilihat melalui
sebuah gambar “. Dengan demikian, melalui” mendengar “ dan “ melihat” akan
diperoleh kesan yang jauh lebih mendalam.
Kekurangan alat
peraga yaitu:
1.
Mengajar dengan memakai alat peraga lebih
banyak menuntuk guru.
2.
Banyak waktu yang diperlukan untuk
persiapan
3.
Perlu kesediaan berkorban secara materiil
Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan
gerakan pengajaran alat peraga itu, antara lain terlalu menekankan bahan-bahan
peraganya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang
berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan
bahan-bahan itu. Kelemahan lain adalah alat peraga dipandang sebagai
“alat Bantu “ semata-mata bagi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya
sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat peraga tersebut diabaikan.
Disamping itu terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya
dan tetap memandang materi audiovisual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar.
Alat
peraga yang digunakan hendaknya memiliki
karakteristik tertentu. Ruseffendi (dalam darhim,19986:14 ) menyatakan bahwa
alat peraga yang di gunakan harus memiliki sifat sebagai berikut:
1.
Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat
).
2.
Bentuk dan warnanya menarik.
3.
Sederhana dan mudah di kelola (tidak rumit ).
4.
Ukurannya sesuai (seimbang )dengan ukuran fisik
anak.
5.
Dapat mengajikan konsep matematika (tidak
mempersulit pemahaman)
6.
Sesuai dengan konsep pembelajaran.
7.
Dapat memperjelas konsep (tidak mempersulit
pemahaman )
8.
Peragaan itu supaya menjadi dasar bagi
tumbuhnya konsep berpikir yang abstrak bagi siswa.
9.
Bila kita mengharap siswa belajar aktif
(sendiri atau berkelompok ) alat peraga
itu supaya dapat di manipulasikan , yaitu: dapat diraba, dipegang, dipindahkan,
dimainkan, dipasangkan, dicopot, (diambil dari susunannya ) dan lain-lain.
10. Bila mungkin alat peraga tersebut dapat
berfaedah lipat (banyak ).
Proses pembelajaran dengan menggunakan bantuan alat
peraga tidak selamanya dapat membuahkan hasil yang sesuai dengan yang
diharapkan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan digunakannya alat peraga justru
bukannya membantu memperjelas konsep, akan tetapi sebaliknya misalnya membuat
siswa menjadi bingung.Dalam memilih alat
peraga secara tepat terdapat lima hal yang harus di perhatikan oleh guru
yakni:tujuan, materi pelajaran, strategi belajar mengajar, kondisi dan siswa
yang belajar serta perlu waspada, sehingga tidak memakai media mengajar yang
tidak begitu kecil, sehingga anak sulit melihat dan menjadi ribut. Serta gambar
yang terlalu asing pada perasaan anak, umpanya gambar tertentu dari luar negeri
yang kurang cocok di Indonesia. Perasaan aneh atau lucu tidak menguntungkan
dalam proses belajar mengajar ini. Karena itu guru sebaiknya memakai alat
peraga yang tepat dan bermutu sebagai alat Bantu mengajar.Supaya sumber belajar
dapat mempengaruhi proses belajar dengan efektif dan efisien, perlu ada yang
mengatur. Yang bertugas mengatur adalah instruction. Tujuannya dalam hal ini ialah
mengusahakan agar terjadi interaksi antara siswa dengan sumber belajar yang
relevan dengan tujuan instruksional yang akan dicapai. Agar alat dapat
berfungsi dengan efektif dalam menunjang proses belajar perlu dikembangkan
dengan memperhatikan tujuan instruksional yang akan dicapai. Kecuali itu,
penggunaannya dalam program intruksional harus direncanakan secara sistematis
seksama melalui serangkaian kegiatan yang disebut pengembangan
instruksional.AECT, mendefinisikan teknologi sebagai suatu proses yang kompleks
dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi
untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi
dan mengelola pemecahan masalah yang mengangkut semua aspek belajar
manusia.Tekologi instruksional adalah suatu proses yang kompleks dan
terintegrasi, meliputi orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan dan menilai, serta mengelola
pemecahan terhadap masalah tersebut dalam situasi-situasi dimana proses belajar
dilakukan secara sengaja, bertujuan dan terkontrol.
Dari defenisi tersebut ciri-ciri teknologi pembelajaran, tampak bahwa dalam memecahkan masalah belajar yang bertujuan dan terkontrol, teknologi pembelajaran menggunakan komponen sistem pembelajaran. Kegiatan insturksional yang direncanakan secara integral dan sistematis dalam suatu komponen pembelajaran merupakan ujud dari pemecahan masalah belajar menurut teknologi pembelajaran.Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa alat adalah merupakan salah satu komponen dalam sumber belajar, sekaligus merupakan salah satu bentuk pemecahan belajar menurut teknologi penididkan, dengan melalui suatu perancangan yang sistematis. Hubungan antara alat dan teknologi pendidikan ini ditegaskan lagi oleh Yusuf hadi miarso, dkk bahwa membicarakan media tentu saja tak dapat terlepas dari membicarakan.
http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-alat-peraga.html
No comments:
Post a Comment